Jumat, 13 November 2015

Kasiat Biji Ketapang Sebagai Alternatif Penghasil Minyak Nabati dan Pengobatan Penyakit Kolesterol

malikul fanani UNEJ


Kasiat Biji Ketapang Sebagai Alternatif Penghasil Minyak Nabati dan Pengobatan Penyakit Kolesterol




Ketapang termasuk ke dalam kingdom Plantae (tumbuhan), superdivisi Spermatophyta (tumbuhan berbiji), divisi Magnoliophyta (tumbuhan berbunga), subdivisi Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup), kelas Magnoliopsida (dikotil), subkelas Asteridae, ordo Myrtales, famili Combretaceae, genus Terminalia, dengan nama spesiesnya adalah Terminalia catappa L. Pohon ketapang adalah salah satu pohon yang sering digunakan untuk peneduh. Pohon tersebut mempunyai tinggi 35 m. Daun ketapang lebar berbentuk bulat telur dengan pangkal daun runcing dan ujung daun lebih tumpul. Bunga ketapang berukuran kecil dan terkumpul dalam bulir dekat ujung ranting berwarna kuning kehijauan dengan panjang sekitar 8–25 cm. Ketapang (Terminalia catappa) merupakan tumbuhan dikotil yang  berasal dari Asia Tenggara, kemudahannya untuk tumbuh tersebut menjadikan ketapang sangat mudah untuk beradaptasi sehingga ketapang banyak ditemukan di berbagai tempat termasuk di Indonesia. Ketapang merupakan salah satu tumbuhan yang sering digunakan manusia untuk dimanfaatkan, sehingga tak heran bahwa ketapang disebut sebagai tanaman multiguna. Kayunya digunakan untuk perabotan rumah tangga, tumbuhan ketapang merupakan tumbuhan yang tingkat pertumbuhannya relatif cepat oleh karena itu tumbuhan ini bisa di jadikan sebagai alternatif tumbuhan berkayu. Pohon ketapang tersebut memiliki sebuah biji yang tertutup dengan lapisan yang keras, walaupun biasanya keberadaan pohon ketapang ini tidak dipedulikan oleh masyarakat karena masyrakat belum mengetahui khasiat dari ketapang (Terminalia catappa). Apabila hal ini dapat dikembangkan dengan baik akan memaksimalkan potensi ketapang (Terminalia catappa) yang dahulu dianggap masyarakat sebagai tanaman tidak berguna karena belum terungkap manfaatnya. Padahal di dalam biji ketapang tersebut memiliki kandungan dan tekstur yang lebih bagus dari kacang almond yang harganya lebih mahal dari kacang pada umumnya. Pemanfaatan tanaman ini dapat menghasilkan pendapatan baru untuk perkembangan dunia kesehatan khusunya dalam bidang herbal medicine.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan para peneliti di Universitas Toronto, Kanada, buah biji Ketapang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Fakta ini didapatkan sebagai hasil dari penelitian yang melibatkan tiga kelompok partisipan.
Dalam penelitian buah biji Ketapang ini, kelompok pertama menurunkan kadar kolesterol dengan cara melakukan diet taraf rendah, yakni hanya mengonsumsi makanan nan mengandung krim susu dan mengonsumsi sereal. Kelompok kedua melakukan diet yang sama dengan kelompok pertama. Hanya saja pada kelompok kedua diet tersebut dilengkapi dengan konsumsi pil penurun kadar kolesterol sebanyak 20 ml per hari. Kelompok ketiga menjalani diet ketat sambil mengonsumsi makanan berserat, kedelai, dan buah biji Ketapang . Kemudian, hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ketiga (yang mengonsumsi buah biji Ketapang) sukses menurunkan kadar kolesterolnya hingga lebih dari 30%. Pasalnya, buah biji Ketapang mengandung vitamin E dalam jumlah yang banyak. Vitamin E tersebut berfungsi sebagai pemicu turunnya jumlah protein C-reaktif. Jumlah protein C-reaktif yang tinggi menunjukkan bahwa adanya peradangan arteri dalam tubuh yang dapat meningkatkan risiko agresi jantung.

Menurut penelitian yang dilakukan Handayati dan Wahyuono membuktikan bahwa minyak ketapang diekstraksi dengan petroleum bensin menggunakan Soxhlet selama 24 jam. Rendemennya (51,25% b/v) menyerupai minyak kelapa sawit dan minyak wijen, sehingga biji ketapang berpeluang digunakan sebagai sumber minyak nabati. Kandungan metil ester asam lemak dalam biji ketapang berdasarkan analisis KG-SM adalah metil palmitat (35,63%), metil oleat (33,49%), metil linoleat (24,49%), dan metil stearat (4,66%). Kandungan metil palmitat yang tinggi mirip dengan kandungan asam palmitat pada minyak kelapa sawit. Bobot jenis (25oC) minyak biji ketapang, 0,898 gram/mL, mirip dengan minyak kelapa sawit, sedangkan indeks biasnya (20oC) mirip dengan minyak wijen yaitu sebesar 1,4648. Bilangan asamnya (4,7 mgKOH/gram) lebih rendah dibandingkan minyak zaitun (6,6 mg KOH/gram), sehingga kualitasnya lebih baik daripada minyak zaitun. Bilangan penyabunan (68,83 mgKOH/gram) lebih rendah daripada minyak lainnya, yang berarti  kandungan asam lemak totalnya rendah. Bilangan iodium sebesar 75,21, sesuai dengan bilangan iodium minyak zaitun (75-94). Sehingga dapat dikatakan bahwa biji ketang tersebut bagus digunakan minyak nabati yang dapat menggantikan minyak zaitun dan minyak kelapa sawit dan kandungan yang terdapat dalam biji ketapang tersebut baik digunakan untuk proses penyembuhan kolesterol dan penyakit lainnya, menurut dunia kedokteran, penyakit kolesterol dapat terjadi akibat pengendap pada dinding arteri, maka akan terjadi penyumbatan pada aliran darah di jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya. Jadi kolesterol tinggi meningkatkan risiko seseorang terkena penyempitan arteri atau aterosklerosis, penggumpalan darah di bagian-bagian tubuh tertentu, stroke, baik kecil dan besar, dan serangan jantung. Kadar kolesterol yang tinggi juga dapat menyebabkan rasa sakit di dada bagian depan atau pada lengan (angina) ketika seseorang tersebut stres atau melakukan kegiatan fisik. Selain itu kolesterol tinggi juga meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung koroner dan juga risiko penderita juga meningkat jika dia menderita hipertensi, diabetes. Sehingga amat disayangkan bahwa biji ketapang yang keberadaanya di sekitar kita mudah ditemui apabila tidak dimanfaatkan dengan bijak dan memanfaatkan kandungan di dalamnya untuk obat atau sebagai pengobatan alternatif atau sebagai herbal medicine.

kata kunci : Ketapang, minyak nabati, Kolesterol

UNEJ, Universitas Jember, Herbal Medicine, Tanaman Obat Unej, Agroteknopark

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ads Inside Post